Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger dengan Mudah

Faridardiansyah.com - Punya blog di Blogger tetapi masih menggunakan alamat blogspot.com? Sebenarnya tidak ada yang salah dengan alamat tersebut. Namun, kalau ingin blog terlihat lebih profesional, menggunakan domain TLD bisa menjadi pilihan yang menarik.

Domain seperti namablog.com, namablog.net, atau namablog.id tentu terlihat lebih ringkas dibandingkan namablog.blogspot.com.

Masalahnya, banyak pemilik blog yang masih bingung ketika pertama kali mencoba menghubungkan domain sendiri ke Blogger. Mulai dari memasukkan domain di dashboard Blogger, mengatur CNAME, menambahkan A record, sampai mengaktifkan HTTPS.  Tenang, prosesnya tidak sesulit yang dibayangkan.


Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger


Dalam artikel ini kita akan membahas Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger dari awal sampai domain bisa diakses dengan normal. Panduan ini juga bisa digunakan meskipun Anda membeli domain dari provider yang berbeda, karena prinsip pengaturan DNS-nya kurang lebih sama.

Catatan: Tampilan menu penyedia domain bisa berbeda-beda, tetapi data DNS yang perlu dimasukkan tetap mengikuti informasi yang diberikan Blogger.

Mengapa Menggunakan Domain TLD pada Blog Blogger?

TLD adalah singkatan dari Top-Level Domain, yaitu bagian paling akhir dari sebuah alamat domain. Contohnya .com pada contohblog.com, .net pada contohblog.net, atau .id pada contohblog.id. Menggunakan domain TLD membuat alamat blog menjadi lebih pendek dan mudah diingat.

Misalnya:

blogkeren.blogspot.com

akan terlihat lebih sederhana jika menggunakan:

blogkeren.com

Selain tampilan yang lebih profesional, domain sendiri juga membuat identitas blog lebih kuat. Hal ini cukup penting jika blog digunakan untuk membangun brand, personal branding, bisnis, maupun menghasilkan pendapatan dari iklan.

Domain TLD juga membuat blog terasa lebih serius di mata pengunjung. Ketika seseorang melihat alamat website yang singkat dan mudah diingat, biasanya akan lebih mudah mengenali brand tersebut.

Namun, perlu dipahami bahwa mengganti blogspot.com menjadi domain TLD bukan berarti otomatis membuat artikel masuk halaman pertama Google. SEO tetap dipengaruhi oleh kualitas konten, struktur website, internal link, performa, dan banyak faktor lainnya.

Gambaran Singkat Proses Menghubungkan Domain TLD ke Blogger

Secara sederhana, prosesnya seperti ini:

  1. Membeli dan memiliki domain TLD.
  2. Membuka pengaturan Blogger.
  3. Memasukkan domain sendiri melalui menu Domain kustom.
  4. Blogger memberikan informasi CNAME.
  5. Memasukkan CNAME tersebut ke DNS domain.
  6. Menambahkan A record Google agar domain utama tanpa www dapat diarahkan ke Blogger.
  7. Menunggu DNS terpropagasi.
  8. Kembali ke Blogger dan menyimpan pengaturan domain.
  9. Mengaktifkan HTTPS.
  10. Menguji domain menggunakan www dan tanpa www.

Blogger memang menggunakan CNAME untuk menghubungkan domain kustom. Salah satu CNAME biasanya mengarah ke server Blogger, sedangkan CNAME kedua merupakan kode keamanan yang dibuat khusus untuk blog dan akun Google Anda. (Google Support)

Persiapan Sebelum Menghubungkan Domain TLD ke Blogger

Sebelum mulai melakukan setting, ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan terlebih dahulu.

  • Pertama, pastikan Anda sudah memiliki domain aktif. Misalnya domainanda.com.
  • Kedua, pastikan Anda bisa login ke akun Blogger yang digunakan untuk mengelola blog.
  • Ketiga, Anda harus memiliki akses ke panel DNS domain. Biasanya pengaturan ini tersedia di dashboard tempat Anda membeli domain.

Nama menunya bisa berbeda. Ada provider yang menggunakan istilah DNS Management, DNS Zone, Manage DNS, atau DNS Records.

Keempat, sebaiknya jangan mengubah DNS secara asal sebelum mengetahui record apa saja yang sudah digunakan. Jika domain sebelumnya terhubung ke layanan lain, perubahan A record atau CNAME dapat membuat layanan tersebut berhenti bekerja. Sebaiknya catat atau screenshot konfigurasi DNS lama sebelum melakukan perubahan.

Cara Menambahkan Domain TLD di Blogger

Sekarang masuk ke bagian utama, yaitu menambahkan domain TLD ke Blogger.

  • Login terlebih dahulu ke dashboard Blogger menggunakan akun Google Anda.
  • Pilih blog yang ingin diberi domain sendiri.
  • Setelah itu masuk ke:
  • Setelan → Publikasi → Domain kustom
  • Masukkan alamat domain yang ingin digunakan.

Sebagai contoh:

www.domainanda.com

Kemudian klik Simpan.

Pada tahap ini, jangan panik jika Blogger menampilkan pesan error. Justru pada proses inilah Blogger biasanya memberikan dua informasi CNAME yang harus dimasukkan ke DNS domain.

CNAME pertama umumnya menggunakan host atau nama www dan tujuan ghs.google.com.

CNAME kedua adalah CNAME keamanan. Nilainya berbeda untuk setiap blog dan akun Google, sehingga jangan menggunakan contoh milik orang lain. Salin persis informasi CNAME yang ditampilkan di dashboard Blogger Anda. (Google Support)

Contoh gambaran sederhananya:

Type: CNAME
Host: www
Target: ghs.google.com

Kemudian:

Type: CNAME
Host: kode-unik-dari-blogger
Target: tujuan-unik-dari-blogger

Jangan mengarang nilai CNAME kedua. Gunakan data yang diberikan Blogger.

Cara Setting DNS Domain TLD

Setelah mendapatkan CNAME dari Blogger, sekarang waktunya masuk ke dashboard tempat domain Anda dibeli.

Cari menu pengaturan DNS. Biasanya Anda akan menemukan beberapa jenis record seperti A, CNAME, MX, TXT, dan lainnya. Untuk menghubungkan domain TLD ke Blogger, bagian yang paling penting adalah CNAME dan A record.

1. Tambahkan CNAME untuk www. Buat CNAME dengan pengaturan seperti berikut:

Type: CNAME
Host/Name: www
Target/Points to: ghs.google.com

Pada beberapa provider, Anda cukup memasukkan www sebagai host. Pada provider lain mungkin ada format berbeda. Ikuti kolom yang tersedia di panel DNS Anda.Tambahkan CNAME keamanan

2. Tambahkan CNAME kedua menggunakan kode yang diberikan Blogger. Misalnya secara ilustrasi:

Type: CNAME
Host: kode-unik
Target: gv-kode-unik.dv.googlehosted.com

Sekali lagi, nilai tersebut hanya contoh. Gunakan kode yang muncul di akun Blogger Anda. CNAME keamanan ini penting karena berfungsi sebagai bagian dari proses verifikasi kepemilikan domain. (Google Support).

3.  Tambahkan empat A record Google. Agar domain utama tanpa www dapat diarahkan ke Blogger, Google menyediakan empat alamat IP. Gunakan:

  • 216.239.32.21
  • 216.239.34.21
  • 216.239.36.21
  • 216.239.38.21

Keempatnya digunakan sebagai A record untuk domain utama, biasanya dengan host @ atau dikosongkan tergantung provider DNS yang digunakan. Blogger juga menyediakan instruksi resmi mengenai pengaturan empat A record tersebut. (Google Support)

Gambaran sederhananya:

Type: A
Host: @
Target: 216.239.32.21

Type: A
Host: @
Target: 216.239.34.21

Type: A
Host: @
Target: 216.239.36.21

Type: A
Host: @
Target: 216.239.38.21

Jika sudah ada A record lain yang mengarah ke layanan hosting atau website lama, periksa terlebih dahulu sebelum menghapusnya. A record yang bentrok dapat menyebabkan domain tidak mengarah ke Blogger dengan benar. (Google Support)

Setelah semua record selesai ditambahkan, simpan perubahan DNS. Jangan langsung panik kalau domain belum bisa dibuka. DNS tidak selalu berubah secara instan. Blogger menyebutkan bahwa perubahan DNS dapat membutuhkan waktu, dan pada kondisi tertentu prosesnya dapat mencapai sekitar 24–48 jam. (Google Support)

Cara Mengaktifkan HTTPS di Blogger

Setelah domain berhasil terhubung, langkah berikutnya adalah mengaktifkan HTTPS. HTTPS penting karena koneksi antara pengunjung dan website menjadi lebih aman. Selain itu, alamat website dengan HTTPS juga sudah menjadi standar untuk website modern.

Masuk kembali ke Blogger. Kemudian buka:

  • Setelan → HTTPS
  • Cari bagian: Ketersediaan HTTPS
  • Pilih: Ya
  • Setelah sertifikat HTTPS tersedia, aktifkan juga:
  • Pengalihan HTTPS

Dengan pengaturan ini, pengunjung yang membuka alamat HTTP akan diarahkan ke versi HTTPS. Misalnya:

http://www.domainanda.com

akan diarahkan ke:

https://www.domainanda.com

Google menjelaskan bahwa HTTPS membantu mengamankan koneksi pengunjung dan mencegah pihak lain memantau atau mengubah data yang dikirim antara Blogger dan pengunjung. (Google Support)

Jika Anda menggunakan CAA record pada domain, perhatikan juga pengaturan tersebut. Google menyebutkan bahwa CAA harus mengizinkan letsencrypt.org agar Blogger dapat membuat atau memperbarui sertifikat SSL. (Google Support)

Cara Mengecek Apakah Domain TLD Sudah Berhasil Terhubung

Setelah semua pengaturan selesai, jangan hanya mengecek satu alamat. Coba buka domain dengan www:

https://www.domainanda.com

Kemudian coba juga domain tanpa www:

https://domainanda.com

Jika keduanya bisa dibuka dan domain tanpa www diarahkan ke alamat utama yang Anda gunakan, berarti pengaturannya sudah berjalan dengan baik. Di Blogger sendiri, Anda juga bisa melihat kembali:

Setelan → Publikasi

Pastikan domain kustom sudah tercantum dan tidak lagi menampilkan pesan kesalahan CNAME. Selain itu, perhatikan HTTPS. Jika HTTPS sudah tersedia dan pengalihan HTTPS aktif, Anda seharusnya bisa mengakses blog melalui alamat HTTPS.

Blogger memang tidak menghosting blog pada naked domain atau domain tanpa subdomain secara langsung. Umumnya alamat utama yang digunakan adalah www.domainanda.com atau subdomain lainnya, kemudian domain tanpa www diarahkan ke alamat tersebut. (Google Support)

Berapa Lama Domain TLD Aktif di Blogger?

Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya: tidak selalu sama.

Pada beberapa kasus, domain bisa terhubung hanya dalam beberapa menit. Namun, DNS membutuhkan waktu untuk menyebarkan perubahan ke berbagai resolver internet.

Google menyebutkan bahwa pengaturan DNS dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 24 jam untuk proses tertentu, sedangkan dokumentasi CNAME Blogger juga menyebutkan perubahan DNS dapat memerlukan waktu hingga 48 jam. (Google Support)

Jadi, kalau baru saja mengubah DNS lalu lima menit kemudian domain belum aktif, jangan langsung mengubah semua record. Tunggu terlebih dahulu, Justru terlalu sering mengganti DNS dapat membuat proses troubleshooting menjadi lebih sulit karena Anda tidak lagi tahu konfigurasi mana yang sebenarnya sudah benar.

Masalah yang Sering Terjadi Saat Setting Domain TLD di Blogger

Ada beberapa masalah yang cukup sering terjadi ketika melakukan setting domain Blogger.

Pertama, CNAME salah. Ini merupakan salah satu penyebab paling umum. Pastikan host dan target CNAME dimasukkan sesuai informasi yang diberikan Blogger.

Kedua, CNAME keamanan tidak dimasukkan. Blogger dapat memberikan dua CNAME ketika Anda pertama kali memasukkan domain. Jangan hanya memasukkan CNAME www. Masukkan juga CNAME keamanan yang diberikan Blogger.

Ketiga, A record belum benar. Jika domain www sudah bisa dibuka tetapi domain tanpa www belum bisa digunakan, periksa empat A record Google.

Keempat, masih ada A record lama. Misalnya domain sebelumnya pernah digunakan untuk hosting lain. A record lama yang masih aktif dapat membuat domain diarahkan ke server yang salah.

Kelima, HTTPS belum tersedia. Jangan langsung menyimpulkan bahwa domain gagal terhubung. Domain bisa saja sudah benar tetapi sertifikat SSL belum selesai dibuat.

Keenam, DNS belum selesai propagasi. Jika semua konfigurasi sudah benar tetapi belum bekerja, kemungkinan Anda hanya perlu menunggu.

Ketujuh, menggunakan CAA record yang membatasi penerbitan sertifikat. Jika domain menggunakan CAA, periksa apakah letsencrypt.org diizinkan sesuai persyaratan Blogger. (Google Support)

Tips Agar Setting Domain Blogger Berjalan Lancar

Agar proses Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger tidak membuat pusing, ada beberapa tips yang sebaiknya dilakukan.

Pertama, gunakan CNAME yang diberikan langsung oleh Blogger. Jangan mengambil kode CNAME dari artikel atau tutorial lain karena CNAME keamanan bersifat spesifik.

Kedua, gunakan www sebagai alamat domain kustom jika ingin mengikuti konfigurasi Blogger yang umum. Contohnya: www.domainanda.com

Ketiga, jangan mengubah MX record jika Anda menggunakan email dengan domain tersebut. MX record berhubungan dengan layanan email. Menghapusnya tanpa memahami fungsinya dapat membuat email domain berhenti menerima pesan.

Keempat, screenshot DNS sebelum melakukan perubahan. Cara sederhana ini sangat membantu jika nantinya terjadi masalah.

Kelima, jangan panik ketika domain belum langsung aktif. Tunggu proses propagasi DNS sebelum melakukan perubahan berikutnya.

Keenam, cek domain menggunakan mode incognito atau perangkat lain. Kadang-kadang browser masih menyimpan cache atau DNS lama, sehingga hasil pengecekan dari satu perangkat belum tentu menggambarkan kondisi terbaru.

Ketujuh, setelah domain aktif, periksa semua URL penting. Coba halaman utama, beberapa artikel, halaman statis, gambar, dan link internal. Pastikan tidak ada masalah setelah perpindahan alamat.

Terakhir, jangan lupa memastikan pengaturan HTTPS sudah aktif. Blogger menyediakan pengaturan khusus untuk ketersediaan HTTPS dan pengalihan HTTPS pada domain kustom. (Google Support)

Kesimpulan

Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger sebenarnya cukup sederhana selama Anda memahami fungsi CNAME dan A record.

Urutannya kurang lebih seperti ini: masukkan domain di Blogger, ambil dua CNAME yang diberikan Blogger, masukkan CNAME tersebut ke DNS domain, tambahkan empat A record Google untuk domain utama, lalu tunggu propagasi DNS.

Setelah domain berhasil terhubung, aktifkan HTTPS dan pengalihan HTTPS agar blog dapat diakses menggunakan koneksi yang aman.

Hal yang paling penting adalah jangan terburu-buru ketika terjadi error. Sebagian besar masalah biasanya berkaitan dengan CNAME yang salah, A record yang bentrok, CNAME keamanan yang belum ditambahkan, atau DNS yang belum selesai propagasi.

Kalau semua record sudah benar, biasanya Anda hanya perlu memberikan waktu agar perubahan DNS dikenali oleh sistem.

Jadi, kalau saat ini blog Anda masih menggunakan alamat blogspot.com dan ingin terlihat lebih profesional, tidak ada salahnya mulai menggunakan domain TLD sendiri.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda sudah memiliki dasar yang cukup untuk menghubungkan domain seperti .com, .net, atau .id ke Blogger tanpa harus menggunakan hosting tambahan.

Yang terpenting, lakukan perubahan DNS dengan teliti dan selalu gunakan informasi CNAME yang diberikan langsung oleh Blogger.

Sumber:
Panduan resmi Google Blogger mengenai domain kustom dan HTTPS. (Google Support)

Posting Komentar untuk "Cara Setting dan Aktifkan Domain TLD di Blogger dengan Mudah"